Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 11 LIMA KINCIR ANGIN bag 2 - Mata-mata serempak memandang ingin tahu. Dalimunte seketika terdiam.
Dia tidak tahu itu. Mana sempat lihatnya, keburu disuruh pulang Kak Laisa.
Jangan-jangan kincirnya malah roboh duluan tidak cukup kokoh dihantam arus
deras sungai. Dalimunte mulai ragu dengan idenya. Menatap sekitar mencari
dukungan. Wak Burhan hanya diam. Seruan-seruan semakin ramai terdengar.
Dalimunte menelan ludah. Tertunduk. Sia-sia. Idenya akan mubazir.
Tidak ada yang menanggapinya serius. Persis seperti selama ini, penduduk
kampung seolah sudah pasrah dengan takdir cadas lima meter itu. Mereka toh
dulu sudah berkali-kali membuat kincir air raksasa, dan tidak ada hasilnya.
Dalimunte perlahan mengumpulkan kertas-kertas, tertunduk, menelan ludah.
"Tentu saja kincir-kincir itu bekerja!"
Seseorang tiba-tiba berseru. Berseru dengan suara lantang sekali.
Membuat dengung lebah terdiam. Seketika.
Dalimunte menoleh. Gerakan tangannya terhenti. Dia kenal sekali
intonasi suara itu.
Kak Laisa! Kak Laisa sudah berdiri dari duduknya. "Kita bisa
melakukannya. Apa susahnya membuat kincir-kincir itu. Jika Dalimunte bisa
membuat dua dengan bambu seadanya, kita bisa membuatnya yang lebih bagus,
lebih kokoh." Kak Laisa berseru, melangkah ke depan.
Mata-mata sekarang memandang Kak Laisa. Gadis tanggung berumur
enam belas tahun itu dengan berani justru 'galak' membalas tatapan penduduk
lainnya yang jelas-jelas lebih tua dan lebih besar darinya. Kak Laisa terlihat
begitu yakin dengan setiap kalimatnya. Sama sekali tidak terlihat gugup.
"Itu akan membuang-buang tenaga, Lais— " Pemuda yang tadi
menyahut, berusaha menurunkan intonasi suaranya.
"Tidak ada yang akan membuang-buang tenaga, Tidak ada, Jogar—" Kak
Laisa menukas cepat. Lebih galak.
"Siapa yang akan memastikannya akan berhasil, Lais? Kita dulu pernah
membuat kincir besar itu. Dan percuma saja, terlalu besar, air sungai tidak
cukup kuat untuk memutarnya, cadas itu terlalu tinggi!" Salah satu orang tua
memotong. Berusaha menjelaskan.
"Kalian tidak mendengarkan dengan baik kalau begitu. LIMA KINCIR
AIR. Dalimunte bilang lima kincir air! Bukan kincir raksasa—"
"Apa bedanya? Siapa yang akan menjamin itu berhasil?"
"Tidak ada. Tidak ada yang menjamin itu akan berhasil. Benar! Itu akan
membuang-buang tenaga jika gagal! Tapi jika berhasil? Kita sudah bertahuntahun
hanya menggantungkan nasib ladang kita, hidup kita, kampung kita, dari
kebaikan hujan. Sudah saatnya kita membuat irigasi sendiri untuk ladangladang
itu. Berpuluh-puluh tahun sejak kincir raksasa itu gagal dibuat tidak ada
lagi yang memikirkan bagaimana caranya mengangkat air sungai dari bawah
cadas. Tidak ada salahnya mencoba kincir-kincir air itu. Lima kincir bertingkat.
Itu masuk akal. Semasuk akalnya seperti kita berharap benih di ladang tumbuh
saat musim penghujan! —" Kak Laisa berkata lantang dan cepat. Amat
meyakinkan.
Seruan-seruan terdengar lagi dibalai kampung. Lebih ramai dibanding
saat membicarakan perambah hutan tadi. Seruan-seruan ragu-ragu, seruanseruan
sangsi, meski sekarang anggukan-anggukan kecil mulai bermunculan.
dan anda bisa menemukan artikel Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 11 LIMA KINCIR ANGIN bag 2 ini dengan url
http://adara-wpr.blogspot.com/2012/11/bidadari-bidadari-surga-mozaik-11-lima_25.html,
anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 11 LIMA KINCIR ANGIN bag 2 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,
namun jangan lupa untuk meletakkan link Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 11 LIMA KINCIR ANGIN bag 2 sebagai sumbernya.
Artikel Terkait: Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 11 LIMA KINCIR ANGIN bag 2
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 6
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 5
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 4
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 3
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 2
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 1
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 5
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 4
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 3
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 2
0 comments:
Post a Comment