Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 8 KAU ANAK LELAKI bagian 2 - Matahari sudah benar-benar tinggi ketika ia berhasil meletakkan kincir itu
di pondasi dinding cadas. Bajunya penuh oleh licak lumpur. Berhenti sejenak.
Sekali lagi tersenyum riang melihat pekerjaannya. Lantas melangkah ke sungai
yang mengalir jernih. Berusaha membersihkan muka dan tubuh yang kotor.
Saat itulah, saat dia sekalian menyelam di sungai sedalam pinggang itu, saat
asyik menikmati sejuknya arus deras sungai, terdengar gemerisik dedaunan
diinjak dari jalan setapak mulut rimba. Mengangkat kepala.
"DALIMUNTE! APA YANG KAU KERJAKAN DI SINI?" Tanpa tedeng
aling-aling teriakan itu meluncur, menyergap.
Dalimunte, nama anak kecil berumur dua belas tahun itu seketika gagap.
Kak Laisa bersama Yashinta, muncul dari gerbang jalan setapak hutan
belantara, turun ke anak sungai yang mengalir deras.
"BUKANNYA kau seharusnya ada di sekolah, Dali? Apa yang kau
lakukan di sini?" Kak Laisa mendesis galak, melangkah mendekat. Seram benar
melihat tampangnya. Bahkan Yashinta yang sepanjang perjalanan pulang tadi
hatinya berbunga-bunga, ikut-ikutan takut mendengar seruan Kuk Laisa.
Berdiri mengkerut di belakang Kak Laisa.
"Ee,ee, Dalimunte sakit, Kak!" Anak lelaki itu menyeringai, terdesak,
sembarang mengarang. Meniru kelakuan dua adik lelakinya yang memang jago
ngarang kalau sudah ketahuan salah begini.
"BOHONG! Sakit apa?" Kak Laisa melotot. Semakin dekat.
"Errgh, pilek...."
"Bagus sekali! Pilek, pilek tapi kau main air!" Kak Laisa menukas tajam,
tangkas menyambar ranting yang kebetulan hanyut di dekat kaki-kaki mereka,
dan tentu saja ranting itu gunanya buat menunjuk-nunjuk dada Dalimunte.
"Sejak kapan kau berani bolos sekolah, hah?" Kak Laisa menghardik.
Dalimunte mencicit Aduh, dia pikir Kak Laisa dan Yashinta bakal lama
lihat berangberangnya. Dia pikir akan cukup waktu mengerjakan kincir-kincir
ini sebelum Kak Laisa kembali. Ternyata perhitungannya keliru. Dia memang
sudah tak sabar menunggu waktu senggang menyelesaikan pekerjaan yang
sudah direncanakan dan dikerjakannya berbulanbulan. Mumpung Kak Laisa
pagi ini tidak ada di rumah untuk mengawasi. Makanya memutuskan bolos
sekolah. Selama ini sedikitpun tidak tersedia waktu yang cukup untuk
menyelesaikan kincir-kincirnya. Lepas sekolah dia langsung keladang. Hari
ahad juga begitu, sepanjang hari harus ke ladang. Padahal pertemuan di Balai
Desa dilakukan besok pagi.
"Kalau kau bolos, berarti Ikanuri dan Wibisana juga bolos!" Kak Laisa
bertanya menyelidik, menusuk dadanya lebih keras.
Dalimunte meringis. Soal itu tidak usah ditanya lagi, meski ada Kak Laisa
sekalipun Ikanuri dan Wibisana rajin bolos, apalagi jika Kak Laisa tidak ada.
Lebih berani melawan. Tadi pagi sih mereka bertiga pamitan ke Mamak,
memakai seragam, menuju sekolah di desa atas. Tapi baru tiba di pertigaan
jalan bebatuan selebar tiga meter itu, Ikanuri dan Wibisana sudah kabur duluan,
naik starwagoon tua yang kebetulan lewat ke kota kecamatan. Dalimunte
sebenamya jauh lebih nurut. Dia meski terkadang bosan sekolah, tapi tidak
pernah membolos. Tadi pagi saja, butuh waktu sepuluh menit di pertigaan itu
hingga akhirnya dia berani memutuskan untuk ikut membolos. Menyelesaikan
kincir airnya.
dan anda bisa menemukan artikel Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 8 KAU ANAK LELAKI bagian 2 ini dengan url
http://adara-wpr.blogspot.com/2012/11/bidadari-bidadari-surga-mozaik-8-kau_16.html,
anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 8 KAU ANAK LELAKI bagian 2 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,
namun jangan lupa untuk meletakkan link Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 8 KAU ANAK LELAKI bagian 2 sebagai sumbernya.
Artikel Terkait: Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 8 KAU ANAK LELAKI bagian 2
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 6
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 5
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 4
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 3
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 2
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 14 PENGUASA GUNUNG KENDENG Bag 1
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 5
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 4
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 3
- Bidadari-Bidadari Surga Mozaik 13 KAU BUKAN KAKAK KAMI Bag 2
0 comments:
Post a Comment